Tampilkan postingan dengan label Berita Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Oktober 2010

Lagu SBY dan CPNS

Kemendag Bantah Soal Lagu SBY di Tes CPNS
Bermuatan Politis 
Laurencius Simanjuntak - detikNews

 
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membenarkan adanya pertanyaan soal lagu SBY dalam tes penerimaan CPNS di institusinya. Namun demikian, munculnya pertanyaan tidak dimaksudkan dengan tendesi apa pun.

"Ini pengetahuan umum biasa. Tidak ada tendesi untuk mengkultuskan, apalagi politis," kata Kepala Pusat Humas Kemendag, Robert Bintaryo, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/10/2010).

Robert menjelaskan, relevansi pertanyaan lagu SBY adalah untuk mengetahui apakah CPNS mempunyai pengetahuan yang luas atau tidak. Pengetahuan ini termasuk pengetahuan tentang musik.

"Perdagangan kan juga ada industri musiknya," argumennya.

Ditanya kenapa harus lagu SBY yang menjadi pertanyaan, Robert tidak mau berkomentar. "Nanti kalau dikasih (tokoh) yang lain, ditanya lagi kenapa dia?" elaknya.

Ditanya lagi apakah Kemendag menganggap SBY sedemikian fenomenal sehingga layak jadi pengetahuan umum, Robert juga enggan menjawab.

"Ini pilihan-pilihan. Mungkin mereka lebih tahu," kata Robert yang tentang panitia pembuat soal tersebut.

Sebelumnya, salah seorang peserta ujian mengungkapkan, dalam salah satu soal tes penerimaan terdapat pertanyaan: 'Mana lagu di bawah ini yang merupakan salah satu lagu dalam album ketiga Presiden SBY'

Tes CPNS Kemendag digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Tes dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

"Itu pertanyaan di lembar soal berkode 11-01, di grup B. Pertanyaan itu ada pada soal bernomor antara 30-40," terang seorang peserta wanita yang enggan disebutkan namanya.

(lrn/nrl)

Bencana Wasior


Wasior Tidak Layak Mukim
Hasil Investigasi Kemenhut
BENCANA WASIOR. Menhut Zulkifli Hasan menyampaikan hasil investigasi atas terjadinya banjir bandang di Wasior awal pekan lalu, di kantor Kemenhut, Jakarta, Selasa 12 Oktober. (FOTO DWI PAMBUDO/RM)
JAKARTA -- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa wilayah Wasior tidak layak huni. Kesimpulan itu diperoleh setelah pihaknya melakukan investigasi mendalam pascavbanjir bandang yang menewaskan lebih seratus jiwa.

"Wasior dilewati lempeng Australia sehingga banyak terjadi patahan atau tanah ambles. Bagian hulu DAS Manggarai menunjukkan bekas amblesan, sehingga membentuk lembah di antara perbukitan," ungkap Menhut Zulkifli di Jakarta, Selasa 12 Oktober.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, menteri mengungkapkan bahwa Kementerian Kehutanan berencana merehabilitasi kawasan bencana Wasior yang digulung banjir bandang. Pihaknya juga akan mengusulkan penduduk setempat direlokasi karena daerah tersebut hanya penyangga yang sempit dan tidak layak menjadi area permukiman dan pemekaran kota.

"Wasior tidak tepat untuk dijadikan permukiman padat dan dijadikan kota. Apalagi, kawasan cagar alam Wondiboi di atasnya merupakan pegunungan yang sangat curam," tandasnya.

Pada kesempatan sama, Zulkifli mengemukakan bahwa banjir Wasior dipastikan akibat pasokan air dari daerah tangkapan DAS Miei, DAS Manggarai, DAS Iriati, dan DAS Wanayo. "Debit air banjir bandang merupakan akumulasi dari air banjir normal ditambah limpasan yang tertahan oleh sumbatan palung sungai akibat tanah longsor," ungkap Menhut Zulkfili Hasan dalam jumpa persnya sore kemarin.

Bagaimana dengan kemungkinan dampak pembalakan liar? Dengan tegas Zulkifli menampiknya. "Andai terjadi penebangan liar, hal itu mungkin hanya terjadi di sekitar kota yang tidak berpengaruh signifikan terhadap daerah tangkapan air di ketiga DAS di sana (Wasior, red)," jelas Zulkifli.

Dari Wasior dilaporkan, sehari sebelum kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jalanan dalam kota yang terbenam lumpur akibat banjir bandang, kemarin telah dibersihkan dan dapat berfungsi kembali. Kementerian Pekerjaan Umum mendatangkan 32 alat berat untuk membersihkan jalanan.

"Ada 22 alat berat kita yang sudah beroperasi di sana ditambah lagi 10 dari Manokwari. Jalan dan jembatan sudah dibersihkan dan sudah berfungsi," kata Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak.
Hermanto mengatakan, saat ini air bersih sudah mengalir kembali di Wasior. Ada instalasi pengelolaan air atau IPA yang dikirim ke lokasi. Jadi, kebutuhan air bersih secara prinsip sudah terpenuhi.

"Saya rasa yang sekarang kita rencanakan adalah ada rehabilitasi dan juga kemungkinan bagaimana melihat kawasan-kawasan yang nantinya memang lebih aman," jelasnya.

Menurut Hermanto, pihaknya akan segera membuat zonasi daerah-daerah mana saja yang aman bagi permukiman penduduk. Penelitian akan dilakukan secara komprehensif menyangkut morfologi, batuan, serta jenis tanah yang ada di Wasior.

"Kita lihat morfologinya, batuan maupun tanah. Terutama batuan yang serpih, harus kita hindari. Jadi tentu kita akan menyesuaikan dengan curah hujan yang ada," jelasnya. (jpnn)



Indomie dilarang di Taiwan

Tanggapan Taiwan Mengenai Larangan Indomie
 Masalah ini semata-mata karena Indomie tidak memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan
Renne R.A Kawilarang 
VIVAnews - Perwakilan pemerintah Taiwan membenarkan kabar bahwa Indomie untuk sementara waktu belum boleh beredar kembali di pasaran sampai ada hasil pengujian lebih lanjut terkait dengan penemuan bahan pengawet yang terlarang pada produk mi instan asal Indonesia itu. Namun, masalah Indomie itu tidak akan berdampak pada impor dan penjualan makanan-makanan asal Indonesia di Taiwan sejauh memenuhi persyaratan.

Demikian penjelasan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) di Jakarta. "Penarikan [produk Indomie] itu dilakukan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), yang merupakan bagian dari Kementrian Kesehatan Taiwan," kata Deputi Kepala TETO di Jakarta, Chen Win-ping, dalam penjelasan kepada VIVAnews, Rabu 13 Oktober 2010. 

Menurut Chen pelarangan produk Indomie di pasaran Taiwan tetap berlangsung "tergantung pada hasil pengujian produk yang ditarik tersebut."

Namun, Chen menegaskan bahwa produk makanan asal Indonesia yang bermasalah untuk saat ini hanya ditemukan pada produk Indomie dan tidak berdampak ke produk lain. "Ini hanyalah isu tunggal menyangkut Indomie, karena sebagian besar produk Indomie yang beredar di pasar gagal memenuhi standar," kata Chen.    

"Masalah ini tidak akan berdampak pada impor dan penjualan makanan-makanan asal Indonesia lainnya di Taiwan yang memenuhi persyaratan keselamatan," lanjut Chen.

Dia mengungkapkan bahwa pihak Indofood sebagai produsen Indomie telah mengirim utusan ke Taiwan untuk bekerjasama dengan otoritas yang berwenang untuk mengatasi masalah penarikan produk itu. Chen menegaskan bahwa masalah ini semata-mata karena Indomie tidak memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan pemerintah Taiwan.

Pada Jumat pekan lalu Taiwan mengumumkan penarikan produk Indomie dari pasaran karena mengandung bahan pengawet terlarang, yaitu methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Di Taiwan, bahan itu hanya boleh digunakan untuk produk kosmetik, bukan makanan seperti mi instan. (hs)